Cerita Dewasa Ngentot Dengan Threrapist Pijat

Posted on
pokervaganza

Cerita Dewasa Ngentot Dengan Threrapist Pijat – Saya adalah seorang wanita karir yang berumur 33 tahun, berikut adalah pengalaman saya yang tidak terlupakan saat saya berlibur ke Bali. Pengalaman ini membuka satu lapisan dari kehidupan saya yang tidak pernah saya temukan sebelumnya. Sisi tersebut mengungkapkan bahwa saya adalah seorang yang menyukai peran sebagai Dominant dalam permainan sex. Berikut ulasan dari pengalaman saya yang menyadarkan saya.

Hari sudah sakit sekitar jam 6, capai belanja di Seminyak saya balik ke kamar hotel yang terletak di salah satu hotel berbintang 5 di kawasan Nusa Dua. Sambil tiduran kelelahan saya telpon massage service yang terdapat di directory menu di kamar hotel. Setelah dijelaskan harga dan paket massage yang ada, saya memutuskan untuk mengambil pijat tradisional selama 2 jam di kamar, karena saya sudah letih dan malas untuk jalan ke luar lagi.

Agen878

Si operator menanyakan apakah saya mau tukang pijat laki-laki/perempuan, karena iseng saya bilang yang laki-laki. Dengan malas saya mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi untuk shower air panas, sambil memejamkan mata saya berdiri di atas pancuran shower dan membiarkan badan saya di siram oleh air hangat yang terasa sangat menyegarkan badan.
Setelah kurang lebih 40 menit kamar saya bel, dengan tergesa-gesa gesa saya mengenakan badan dan menutupi badan saya dengan handuk. Ternyata Massage service yang saya pesan sudah datang, sambil berpegangan pada handuk saya mempersilah dia masuk ke dalam.

“Izin Bu..” ujarnya.

Kesan pertama orangnya sangat sopan, penampilan tidak terlalu macho, tubuh biasa saja tidak terlalu atletis, tetapi tinggi dan kulitnya hitam tapi bersih (tidak ada kumis/jenggot) dan rambut pendek cepak. Dia menggunakan baju kaos linen putih, dan celana panjang putih linen tipis yang longar (diikat dengan tali di pinggang)

Si terapis mempersilahkan saya untuk membuka bajunya semua dan tidur tengkurap di atas tempat tidur, sementara pergi ke kamar mandi untuk mempersiapkan peralatannya dan mungkin cuci tangan dan lain-lain.

Si terapis ternyata orang Jawa yang merantau ke Bali, sambil ngobrol ngobrol si terapis pijat seluruh badanku dengan minyak aroma terapi. Setelah seluruh badan belakang selesai, si terapis izin untuk memijat di bagian pinggul dan paha dalam, dan karena saya lagi iseng (mungkin horny), saya mempersilahkannya.

Kemudian dioleskan minyak pijat dengan lembut ke seluruh bagian pinggul luar dalam, paha, selangkangan dan bahkan sampai ke sekitar lubang anus, pada saat di pijat di areal itu saya kegelian enak, secara tidak sadar kakiku semakin terbuka, karena terkadang secara “tidak sengaja” jari jari si terapis menyentuh ke bagian vagina dan klitoris saya.

Proses pijat lembut di areal sensitif ini berlangsung selama kurang lebih setengah jam, aku sampai terenggah-engah keenakan, merem melek sampai hampir pingsan.

Lalu si terapis bertanya apakah mau dilanjutkan dengan kissing massage, saya tidak mengerti apa kissing massage itu, si terapis menjelaskan, ternyata kissing massage adalah seluruh badan akan diciumi dan dijilati dengan lembut dari ujung jari kaki sampai ke ujung rambut.

“Wow..” dalam hati saya, karena saya yang lagi punya niat nakal langsung saja saya mengiyakan.

Si Terapis kemudian bertanya dan minta izin apakah dia boleh buka baju. Karena penasaran saya bilang ok, maka saya terapis membuka bajunya satu persatu di depan saya yang sedang lemas. Terapis sangat seksi dan sopan, dia membuka bajunya semua dan melipatnya satu per satu di atas tempat tidur sampai bulat, di depan saya terlihat penisnya yang sudah setengah ereksi, dengan bulu yang sudah di rapikan dengan rapi.

Maka dari itu terapis naik ke atas tempat tidur dan ciumi dengan lembut, tengkuk, punggung, pinggul, paha, betis, kemudian kaki saya di tekuk, diangkat dan ditaruh di antara paha dan badan si terapis sambil pelan pelan kaki saya satu pertemuan sambil mengulumnya dengan lidah.

Sabun-Licin

Kemudian mulut dan lidah si terapis naik lagi ke bagian sensitif pinggul dan selangkangan. Kali ini dia menjilati bagian pinggul dalam dan memasukan lidahnya ke dalam anus saya sambil membuka pipi pinggul saya, lidahnya di mainkan disana, sensasinya luar biasa sampai aku berteriak teriak.

Kemudian saya di suruh berbalik badan, seluruh badanku sampai gemetaran dan lemas. Sambil ayak dan tersenyumlah kepada terapis yang mengizinkan untuk memulai kissing massage dibagian depan. Menurut saya sikap si terapis ini sangat penurut dan sopan sekali, sehingga saya merasa nyaman dan pada saat itu mendominasi saya muncul.

Dengan posisi mencium dan menikmati terapi walaupun si terapis dan menjilati lembut sekitar dada, saya yang merasa di atas angin mulai meraba raba badan si terapis yang keras dan berotot sedikit kurus. Pada saat diraba si terapis tidak protes ataupun bersuara, karena penasaran saya lalu mulai memegang penis si terapis mulai sudah keras dan bergoyang goyang mengantung di antara dua kaki yang sedang belutut.

Awalnya, namun karena tidak ada reaksi saya mulai meremas bagian “balls” dan penis, pada saat itu Therapis mengerang namun tetap pasrah dan terus menjilat tubuh saya. Pelan pelan si terapis mulai menjilati perut dan bagian atas vagina sambil terus ayak dan memberikan akses alat vitalnya kepada tangan dan jari saya.

Setelah kurang lebih 15 menit saya sudah tidak sabar lagi, saya tidak sabar lagi, saya menjambak rambut si terapis dan mengarahkan kepala dan mulut untuk menjilati klitorisku yang sudah sangat sensitif. Tidak lama kemudian saya klimaks, mungkin ini adalah orgasme yang paling sensasional yang pernah saya alami karena proses menggoda mencapai puncak sangat lama dan mengoda.

Pada saat itu si terapis tetap pada posisi tunduknya sambil menundukan kepala mulai memijat tangan saya seolah tidak terjadi apa apa, tadinya saya sempat malu pada saat orgasme, namun karena sikap si terapis yang profesional itu membuat saya merasa rileks dan santai.

Lalu si terapis bertanya apakah ada lagi yang bisa dia lakukan, pada saat itu sudah ngantuk dan rileks, maka saya bilang bahwa saya ingin tidur, maka si terapis dengan perlahan memakai bajunya dan memberikan slip charge yang untuk di tanda tangani, waktu itu saya bingung harus kasih tip berapa, saya kasih dia 500,000 si terapist hanya tersenyum dan tidak mengeluh malah dia menawarkan lagi untuk service massage besok.

Dia juga berkata kalau saya suka, dia akan membawa peralatan tambahan besok, karena penasaran saya bertanya “Peralatan apa lagi?”
Ternyata dia adalah seorang pemijat submissive yang suka melayani dan disiksa oleh clientnya yang rata rata orang asing. Peralatan ekstra tersebut adalah alat pengikat seperti tali tambang, borgol, cambuk, pecut, rotan, penis karet dan lain-lain.

Pembaca sejak pertemuan itu, saya menjadi ketagihan dan saya akan membooking dia seharian untuk saya siksa dan melayani saya dengan tangan kanan.
Pernah selama 3 jam nonstop saya suruh dia menjilati vagina saya sambil ayak di bawah, sedangkan saya duduk sambil santai menikmati dan menonton TV.

Kalau saya ingin pipis saya tinggal jongkok di atas yang terbuka lebar, dan mengencingi mulutnya, dengan taat dia meminum air kencing saya dan membersihkan vagina saya setelah selesai.
Saya juga menikmati erangan seorang pria pada saat saya siksa, biasanya saya suruh dia nungging dan pantatnya saya pukul pakai rotan sampai merah biru sambil saya colok colok lobang pantatnya dengan rotan tersebut.

Saya bisa menjadi sangat egois dalam permainan ini, saya tidak peduli apakah dia merasa tidak enak atau menyenangkan, yang penting saya puas dan enak. Memiliki ego seperti ini di saat permainan membuat saya menjadi merasa kuat dan berkuasa.

Baca Juga : Cerita Sex Ayu Terangsang Dengan Kontol Perkasa

Setelah kembali ke Jakarta saya mencoba untuk mencari masyarakat yang gemar dan sealiran dengan saya, namun sampai saat ini saya belum pernah menemukan grup orang tersebut, mungkin kegemaran saya ini langka di Indonesia.

Kejadian di Bali tersebut selalu terbayang di pikiran saya dan selalu membuat saya menjadi Horny bila setiap saat mengingat permainan permainan yang kami lakukan.

Pernah karena sudah tidak tahan lagi, saya menelepon sang terapis tersebut untuk mengambil cuti selama seminggu dan datang melayani saya ke Jakarta. Pasti semua biaya pesawat dan penginapan selama di Jakarta harus saya keluarkan, belum tips yang harus saya berikan kepada dia, tetapi uang sudah tidak lagi buat saya jika dibandingkan dengan kenikmatan di atas yang saya dapatkan.

Selama seminggu saya menyewa layanan apartemen di Jakarta Barat, disitulah saya dilayani oleh si Therapist “special”, hubungan kami tetap profesional, dia juga selalu menjaga agar kami tidak saling jatuh cinta, tentunya saya juga ingin begitu.

Permainan kami selama seminggu sangat intens dan melelahkan, tentunya lebih banyak lelah di dia, tetapi di situlah enaknya, saya merasa puas dengan keegoisan saya tersebut.
Bila saya sudah kehabisan akal mau di apakan lagi dia, saya menyuruh dia untuk menjadi salah satu furnitur pelengkap di aparteman, seperti meja orang kaki saya, atau sebagai patung pemegang asbak saya.

Perlu juga diketahui, selamat bermain kami, saya hanya beberapa kali membuat dia orgasme, itupun juga bukan saya yang melakukan, saya hanya menonton dia melakukan masturbasi (tentunya dengan seijin saya) biasanya saya senang bila dia sudah sangat memuaskan saya dan benar-benar patuh terhadapa perintah saya. Biasanya saya suruh dia berdiri di atas meja pendek dan masturbasi, kemudian spermanya di tampung ke dalam gelas biar tidak kotor ke mana dan saya perintahkan dia untuk meminumnya dan menjilati gelas sampai bersih. Setelah selesai dia akan mengucapkan terima kasih kepada saya.

Pokerplay338