Cerita Dewasa Sepupu Manis Di Renggut Keperawanannya

Posted on
Pokervaganza

Cerita Dewasa Sepupu Manis Di Renggut Keperawanannya – Ini merupakan sebuah kisah nyata yang pernah saya alami pada tahuan 2013, waktu itu aku kuliah dan sudah semester dua, dan waktu yang samma ibuku sedang sakit dan di rawat di rumah sakit. Aku tinggal di kota bekasi, dan lumayan jauh jaraknya yang di mana aku tinggal di jakarta. Karena ibu sakit, sehingga tidak ada yang masak dan menunggu dagangan. Soalnya adik-adikku semua masih sekolah. Akhirnya aku usul kepada ibuku kalau sepupuku yang ada di kota lain menginap di sini (di rumahku). Dan ide itu pun disetujui. Maka datanglah sepupuku tadi.

Sepupuku (selanjutnya aku panggil Anita) orangnya sih tidak terlalu cantik, tingginya sekitar 160 cm, meskipun masih kecil (tidak terlihat montok seperti sekarang). Tetapi dia dekat sekali dengan aku. Aku dianggapnya seperti kakak sendiri. Nah kejadiannya itu waktu aku lagi liburan semester. Waktu liburan itu aku banyak waktu untuk menunggu dagangan ibuku. Otomatis dong aku banyak waktu dengan Anita. Mula-mulanya sih biasa-biasa saja, layaknya hubungan kami sebagai sepupu. Suatu malam, kami (aku, Anita, dan adik-adikku ) sudah ingin tidur. Adikku masing-masing tidur di kamarnya masing-masing. Sedang aku yang suka menonton TV, memilih tidur di depan TV.Nah, ketika sedang menonton TV, datang Anita dan nonton bersamaku, ternyata Anita belum tidur juga.

Agen878

Sambil nonton, kami berdua bercerita tentang segala hal yang bisa kami ceritakan, tentang diri kami masing-masing dan teman-teman kami. Nah, ketika kami sedang menonton TV, dimana film di TV ada adegan ciuman antara laki-laki dan perempuan (maaf sudah lupa judul filmnya). Eh, Anita itu merespon dan bicara padaku, “Wah temenku sih biasa (ciuman). ” Terus aku jawab, “Eh.. Kok tau..?” Teman Anita yang pacaran itu suka cerita ke Anita kalau waktu pacaran pernah ciuman sampai ‘anu’ teman Anita itu sering dimasuki jari pacarnya. Tidak tanggung-tanggung, bahkan sampai dua jarinya masuk.

Setelah kukomentari lebih lanjut, aku menebak bahwa Anita nih ingin juga kali. Terus aku bertanya, “Eh, kamu mau juga nggak..?” Tanpa kuduga, ternyata dia mau. Wah kebetulan nih. Dia bahkan bertanya, “Sakit nggak sih..?” Ya kujawab saja, “Ya nggak tahu lah, wong belum pernah… Gimana.., mau nggak..?” Anita berkata, “Iya deh, tapi pelan-pelan ya..? Kata temenku kalo jarinya masuk dengan kasar, ‘anunya’ jadi sakit. ” “Iya deh..!”, jawabku. Kami berdua masih terus menonton film di TV.

Waktu itu kami tiduran di lantai. Kudekati dia dan langsung tanganku menuju selangkangannya (to the point bok..!) . Kuselusupkan tangan kananku ke dalam CD-nya dan kuelus-elus dengan lembutnya. Anita tidak menolak, bahkan dengan sengaja merebahkan tubuhnya, dan kakinya diselonjorkan.

Saat merabanya, aku seperti memegang pembalut, dan setelah kutanyakan ternyata memang sejak lima hari lalu dia sedang menstruasi. Aku tidak mencoba membuka pakaian maupun CD-nya, maklumlah kalau takut ketahuan sama adik-adikku. Dengan CD masih menempel di tubuhnya, kuraba daerah di atasnya. Kurasa bulu sudah terlihat masih lembut, tapi agak banyak seperti bulu-bulu yang ada di tangan kami. Kuraba terus dengan lembut, tapi belum sampai menyentuh ‘anunya’, dan terdengar suara desakan walau tidak keras. Kemudian kurasakan sekarang dia berusaha mengangkatnya agar jari-jariku segera menyentuhnya. Segera kupenuhi keinginannya itu. Waktu pertama kusentuh, dia terjengat dan mendesis.Kugosok-gosok bibir kewanitaannya sekitar lima menit, dan akhirnya kumasukkan jari tengahku ke liang senggamanya. “Aduh. ., ” begitu reaksinya setelah jariku masuk setengahnya dan memegangi pegangan tangan. Setelah itu dengan pelan kukeluarkan jariku, “Eeessshhh..” , desisnya. Lalu kutanya, “Gimana.. ? Sakit..?” Dia mengayunkan dan tanpa kusadari mengendalikan kini memegang telapak tangan kananku (yang berada di dalam CD-nya), seolah-olah memberi perintah kepada saya untuk tanpa kerjaku. Sambil terus kukeluar-masukkan jariku, Anita juga tampak meram serta mendesis-desis keenakan.

Sabun-Licin

Sementara itu terasa di dalam CD-ku , batang videoku juga bangun, tapi aku berani untuk meminta Anita memegang senjataku (padahal aku sudah ingin). Sekitar 10 menit peristiwa itu terjadi. Kulihat dia tambah keras desisannya dan kedua kakinya dirapatkan ke kaki kiriku. saya telah mengalami klimaks, dan kami akhirnya tidur di kamar masing-masing.

Hari berikutnya, aku dan Anita siap-siap membuka warung, adikku pada berangkat sekolah, sehingga hanya ada aku dan Anita di warung. Hari itu Anita jadi lebih berani. Di dalam warungku sambil dia berani memegang dan mengawasinya untuk memegangnya. Waktu itu dia memakai hem dan rok di atas lutut, hingga aku langsung bisa memegang selangkangannya yang terhalang CD dan pembalut. Kaget juga aku, soalnya ini kan lagi ada di warung. “Tidak pa-pa Mas.., khan lagi sepi”, katanya dengan enteng seolah mengerti yang kupikirkan. “Lha kalo ada pembeli gimana nanti.. ?”, tanya. “Ya udahan dulu, baru pembelinya balik, kita lanjutin lagi, ok..?”, perubahan. Dengan terpaksa kuraba-raba selangkangannya.

Hal tersebut sambil mengawasi di luar warung kalau-kalau nanti ada pembeli datang. Sementara aku mengelus selangkangannya, Anita mencengkeram pahaku sambil digigit pelan tanda menikmati balaianku. Peristiwa itu kuakui sangat membuatku terangsang sekali, sehingga celana pendekku langsung terlihat menonjol yang bertanda batang kejantananku ingin berontak. “Lho Mas, anunya Mas kok ngaceng..?” , katanya. Ternyata dia melihatku, kujawab, “Iya ini sih tandanya aku masih normal…” Aku terus melanjuntukan pekerjaanku.
Tanpa kusadari dia pun mengelus-elus celanaku, tepat di bagian batang perilakuku.

Kadang dia juga menggenggamku sehingga aku juga merasa tertarik. Baru mau kumasukkan tanganku ke CD-nya, tiba-tiba aku melihat di jarak ada anak yang sepertinya mau membeli sesuatu di warungku. Kubisiki dia, “Heh ada orang tuh..! Berhenti dulu ya..?” Aku berhasil menyelesaikan elusanku, dia berdiri dan berjalan ke depan warung. Benar saja, untung kami segera dihentikan kegiatan kami, kalo tidak, wah bisa berabe nanti. Sehabis melayani anak itu, dia balik lagi duduk di sebelahku dan kami memulai lagi kegiatan kami yang terhenti. Seharian kami berhasil, tapi aku tidak membuka CD-nya, karena terlalu berbahaya. Jadi Kami Semua hanya saling mengelus di bagian luar saja. Malam harinya kami melakukan lagi.
Aku sudah nonton TV, sambil adikku semua tidur.

Tiba-tiba dia mendatangiku dan ikut tiduran di lantai, di dekatku sambil nonton TV. Kemudian tiba-tiba dia memegang tangan dan dituntun ke selangkangannya. Saya yang langsung diperlakukan demikian merasa mengerti dan langsung masuk ke dalam CD-nya, dan langsung memasukkan jariku ke artisnya. Sedangkan dia juga langsung memegang batang kejantananku. “Aku copot ya CD kamu, biar lebih enakan”, kataku. Dia mengangguk dan aku langsung mencopot CD-nya. Saat itu dia memakai rok mininya yang tadi, sehingga dengan mudah aku mencopotnya dan langsung menggerakkan tangan mengorek-ngorek lembah kewanitaannya dengan jari telunjukku.Aku juga menyuruh mengeluarkan kejantananku dari CD-ku , sehingga dia sekarang bisa melihat rudalku dengan jelas, dan dia kusuruh untuk menggenggamnya. video kukorek-korek, kukeluar-masukkan jariku,

Kulihat batang menunjukkanku hanya digenggamnya saja, maka kusuruh dia untuk mengocoknya pelan-pelan, namun karena dia tidak melumasi dulu batangku, maka perasaan jadi agak sakit, tapi enak juga sih. “Eehhhsssttt… Eehhhsssttt… Ouw.., eehhhsssttt… Eehhhsssttt… Eehhhssstt..” Begitu erangannya saat kukeluar masukkan jariku. Kumasukkan jariku lebih dalam lagi ke liang kewanitaannya dan dia mendesis lebih keras, aku suruh dia agar jangan keras-keras, takut nanti adikku terbangun. “Kocokkannya pelan dong.. !”, kataku yang merasa kocoknya terhenti lebih. Kupercepat jariku di dalam liangnya, kurasakan dia gerakannya dengan menggerakkan pantatnya ke depan dan ke belakang, seolah dia lagi menggauli jariku. Dan akhirnya, “Oh. ., ohhh.. Oohhh. .Ohhh..” mencapai klimaksnya yang pertama, sambil mengapit dengan keras kaki kananku. Kucabut jariku dari videonya, terlihat masih ada noda merah di jariku. Karena aku belum puas, aku langsung pergi ke kamar mandi dan kutuntun Anita. Di kamar mandi aku minta dia untuk mengocok batang kejantananku dengan tangan.

Aku celanaku, setelah itu CD-ku dan batang kejantanku langsung berdiri tegap. Kusuruh dia mengambil sabun dan melumuri tangan dengan sabun itu, lalu kusuruh untuk segera mengocoknya. Karena belum terbiasa, sering beralih keluar dari batangku, terus kusuruh agar tangan waktu mengocok itu jangan sampai lepas dari batangku. Setelah lima menit, akhirnya aku klimaks juga, dan kusuruh kocokan kocokannya. Seperti pagi hari sebelumnya, kami berulang kali melakukan itu lagi. Tidak ada yang dapat kuceritakan kejadian pagi itu karena hampir sama dengan yang terjadi di pagi hari sebelumnya. Tapi di setiap malam, seperti biasa, saya sendiri menonton TV. Anita datang, sambil tiduran dia nonton TV.Tapi aku yakin bukan untuk nonton, sepertia ketagihan dengan perlakuanku padamu. Dia langsung menuntun tangan ke selangkangannya. Aku bisa menyentuh kewanitaannya, tapi ada yang lain.

Kini dia tidak memakai pembalut lagi. “Eh, kamu udah selesai mens-nya..?”, tanyanya. “Iya, tadi sore khan aku udah kramas, masa nggak tau.. ?”, katanya. Aku memang tidak tahu. Karena memang aku kurang peduli dengan hal-hal seperti itu. Aku jadi membayangkan yang jorok, wah batang kejantananku bisa masuk nich. Kuraba-raba CD-nya. Tepat di lubang lubangnya, aku seolah menusukkan jariku, dan dia tampak mendesis perlahan. Tangannya kini sudah membuka restleting celana pendekku, selanjutnya membukanya, dan CD-ku juga membuka batas bawah lutut.

Digenggamnya batang kejantananku tanpa sungkan lagi (karena sudah sering kali ya..?). Aku juga membuka CD-nya, tapi karena dia masih memakai rok mini lagi, jadi tidak ketahuan kalau sekarang bugil di bagian bawahnya. Dia kini dalam keadaan mengangkang dengan kaki agak ditekuk. Kuraba bibir mengurasnya dan dengan agak keras, kumasukkan jari telunjukku ke lubang senggamanya. “Uhhh.. Essshhh.. Eessshhh.. Essshhh..” , begitu desisnya memasukkan jariku ke lubang senggamanya. Sementara dia kini juga berusaha mengocok batang keperkasaanku, tapi terasa masih sakit.

Kukorek-korek lubang lubangnya. Lalu timbul keinginanku untuk melihat video dari dekat. Maklumlah, aku khan belum melihat langsung bentuk video wanita dari dekat. Paling-paling dari film xxx yang pernah kutonton. Ku ubah posisiku, kakiku kini kuletakkan di samping kepala Anita, penempatan berada di depan situasinya, sehingga aku dapat melihat kewanitaannya.

Dengan kedua kami, aku berusaha membuka bibirmu. Tapi, “Aduh. . Diapaain Mas..? Ehhh.. Uuhhh. ”, desakannya semakin mengeras. “Maaf.., sakit ya..? Aku mo lihat bentuk anumu nih, wah bagus juga yach..!”, sambil terus kukocokkan jariku. Kulihat daging di lubangnya itu berwarna merah muda dan terlihat bergerak-gerak. “Wah, jariku aja susah kalo masuk kesini, apalagi anuku yang kamu genggam itu ya..?” , pancingku. Diam saja tidak merespon, mungkin lagi menikmati kocokan jariku karena dia mundurkan pantatnya. “Eh, sebenarnya yang enak ini mananya sich..?” , tanya. Tangan kirinya menunjuk sedikit kecil di atas lubangnya.“Ini nich.. , kalo Mas kocokkan jarinya pas menyentuh ini rasanya kok gatel-gatel tapi enak gitu.” “Mana.., mana.., oh ini ya..?” , kugosok daging itu (yang kemudian kuketahui bernama klitoris) dan dia kuat menggenggam batangku video. “Ahhh. Auu.. Enakkkk Maaaasss… Eeehhh… Aaahhh.. Truusss Mass, terusiinn.. Ohhh..!” Tangannya setengah tenaga ingin menahan saya, tapi setengahnya lagi ingin membiarkan saya terus menggosok benda itu. Dan akhirnya, “Uhh.. Uhhh.. Uuhhh.. Ahhh.. Aahhh.” , dia mencapai klimaks. Aku terus menggosoknya, dan tubuhnya terus menggelinjang seperti cacing kepanasan. Lalu kubertanya, “Eh, gimana kalo anuku coba masuk ke sini…? Boleh gak..? Pasti lebih enakan..!”Dia hanya mengangguk dan mengubah posisiku menjadi miring sejajar dengan dia. ” Tangannya setengah tenaga ingin menahan tangan, tapi setengahnya lagi ingin membiarkan aku terus menggosok benda itu. Dan akhirnya, “Uhh.. Uhhh.. Uuhhh.. Ahhh.. Aahhh.” , dia mencapai klimaks. Aku terus menggosoknya, dan tubuhnya terus menggelinjang seperti cacing kepanasan. Lalu kubertanya, “Eh, gimana kalo anuku coba masuk ke sini…? Boleh gak..? Pasti lebih enakan..!” Dia hanya mengangguk dan mengubah posisiku menjadi miring sejajar dengan dia. ” Tangannya setengah tenaga ingin menahan tangan, tapi setengahnya lagi ingin membiarkan aku terus menggosok benda itu. Dan akhirnya, “Uhh.. Uhhh.. Uuhhh.. Ahhh.. Aahhh.”, dia mencapai klimaks. Aku terus menggosoknya, dan tubuhnya terus menggelinjang seperti cacing kepanasan. Lalu kubertanya, “Eh, gimana kalo anuku coba masuk ke sini…? Boleh gak..? Pasti lebih enakan..!” Dia hanya mengangguk dan mengubah posisiku menjadi miring sejajar dengan dia.

Baca Juga :  Cerita Dewasa Tubuhku di Hangati Oleh Ibubuku

Kugerakkan batang kejantananku menuju ke lubang lubang itu. Kucoba masukkan, tapi rasanya tidak bisa masuk. Kurubah posisiku sehingga dia kini berada di bawahku. Kucoba masukkan lagi batangku ke lubangnya. Terasa kepala anuku saja yang masuk, dia sudah mendesis-desis. Kudorong lebih dalam lagi, berusaha mencoba gerakanku dengan memegang batangku. Namun rasanya lebih mendominasi daripada nalarku, sehingga aku tidak mempedulikan erangannya lagi. Kutekan lagi dan, “Auuuwww.. Ehhssaaakkkiittt..!” Aku berhasil memasukkan batang anuku walau tidak seluruhnya. Aku diam dan bernafas. Terasa anunya memeras batangku dengan keras. “Gimana, sakit ya.., mo diterusin nggak..?”, sambil memegang pantatnya. Dia tidak menjawab, hanya terdengar desah nafasnya. Kugerakkan lagi untuk masuk lebih dalam.

Karena dia tetap diam, maka kulanjuntukan dengan mengeluarkan batangku. Dan lagi-lagi dia seperti scream tapi tanpa suara. Saat kukeluarkan, penampakan ada noda darah di batangku. Aku jadi kaget, “Wah aku memperawaninya nih.” “Gimana.. , sakit nggak.. , kalo nggak lanjut ya.. ?”, tanya. “Uhhh.. Tadi sakiiittt sich… Uhhh. Astaga.” Begitu katanya waktu anuku kugesek-gesekkan. Setelah itu kumajukan lagi batang kejantananku, Anita tampak sambil berusaha menikmatinya. Baru kali ini batangku masuk ke liangnya wanita, wah rasanya sungguh nikmat.Aku belum mengerti, mengapa kok di film-film yang sekali, batang kejantanan begitu mudahnya keluar masuk ke liang senggama wanita, tapi disini sulit untuk menggerakkan batang kejantananku di liang keperawanannya. Namun setelah beberapa menit hal itu berlangsung, sepertinya sepertinya sudah lancar keluar masuk di anunya, maka agak kupercepat gerakan maju mundurku di liangnya. Kurubah posisiku hingga kini dia berada di bawahku. Sambil masih kugerakkan batangku, kami berusaha mencapai lawan buah. Kuremas-remas buah tempat yang masih kecil itu silih berganti, lalu kukecup menempatkan buah ditempat dengan muluntuku. Dia semakin bergelinjang sambil mendesis agak keras.

Akhirnya berjalan setelah kurang lebih 10 menit, kaki Anita berada di pantatku dan menekan dengan keras pantatku. Kurasa dia sudah orangasme, karena cengkeraman bibirmu terhadap anuku bertambah kuat juga. Dan karena aku tidak tahan dengan cengkeraman bibir rekamannya, akhirnya, “Crot.. Crot.. Crot..” , air maniku tumpah di vaginanya. Serasa aku puas dan juga letih. Kami berdua bersimbah keringat. Lalu segera kutuntun dia menuju kamar mandi dan kusuruh dia untuk membersihkan liang kewanitaannya, sedangkan aku mencuci senjataku. Setelah itu kami kembali ke tempat semula. Kulihat tidak ada noda darah di karpet tempat kami melakukan kejadian itu. Dan untung adik-adikku tidak bangun, sebab menuruntuku desisan dan suara dia agak keras.Lalu kumatikan TV-nya, dan kami berdua tidur di kamar masing-masing.

Sebelum tidur aku sempat berfikir, “Wah, aku telah memperawani sepupuku sendiri nich..!” Saat aku sudah berulang kali mengulang kejadian itu, dia masih suka menelepon dan bercerita bahwa kejadian malam itu sangat diingat dan berulang kali diingat lagi. Aku jadi berpikir, wah gawat kalo gini. Aku jadi ingat bahwa waktu itu aku keluarkan maniku di dalam liang keperawanannya. “Wah, bisa hamil nich anak..!”, pikirku. Hari-hariku jadi tidak tenang, karena kalau ketahuan dia hamil dan yang menghamili itu aku, bisa mampus aku. Setelah lewat sebulan, kutelpon dia di rumahnya. Setelah kutanya, ternyata dia dapat mens-nya lagi dua hari yang lalu. Lega aku dan sekarang hari-hariku jadi balik ke semula.Ini ceritaku saat menggauli sepupunya sendiri, tapi dasar memang sepupuku yang agak “horny” .