Cerita Sex Ayu Terangsang Dengan Kontol Perkasa

Posted on
pokervaganza

Cerita Seks Ayu Terangsang Dengan Kontol Perkasa – Pada saat itu aku tidak tahu harus mengerjakan apa dan aku langsung pergi untuk membeli minuman ringan dan makanan ringan di suoernarjet untuk mengisi waktu ku yang kosong. Mobilku terpaksa kuparkir melintang di belakang mobil lain, karena tempat parkir penuhnya. Inilah yang sering tidak dipertimbangkan oleh para pengembang, bangunan yang dibuat sebesar-besarnya tapi fasilitas parkir tidak direncanakan. Sebenarnya mereka mengharapkan pelanggan enggak banyak sih?

Selesai belanja aku mengantri agak lama untuk membayar belanjaanku. Kemudian aku kembali ke tempat parkir mengambil mobilku. Tanpa harus terburu-buru perlahan-lahan kujalankan mobil berbelok berbelok ke kiri meninggalkan tempat parkir super market yang penuh sesak itu.

Agen878

Tidak berapa jauh dari super market tadi aku melihat papan nama Panti Pijat SR! Aku sedang santai jadi apa salahnya mampir menyegarkan tubuh sedikit, pikirku sambil membelokkan mobilku ke halaman parkir yang cukup lega karena hanya satu dua mobil yang terparkir di sana ditambah beberapa sepeda motor.

Seorang wanita paruh baya menyambutku dengan tersenyum manis, Mau pijat mas, silahkan masuk aku masuk dan disodori album dengan beberapa foto pemijat yang ada. Perhatianku tertarik dengan sepotong wajah manis.

walaupun biasanya foto dan pemandangan yang berbeda, tapi aku menetapkan pilihanku dan mengembalikan album tersebut kepada ibu yang bertindak sebagai resepsionis tersebut. Ini saja bu! kataku. Oh, itu Ayu. Nanti saya panggilkan, silahkan ke kamar nomor 5 mas! Aku masuk ke kamar nomor 5 yang terletak paling ujung, ternya ada 10 kamar di dalam.

Tak berapa lama masuk seorang wanita muda, kali ini aku tak kecewa, karena wajahnya jauh lebih cantik dari fotonya. Kulitnya putih, kecepatan tinggi sampai ke pinggang, penting, tonjolan buah yang sangat mantap dengan bokong yang bulat dengan pinggang ramping.

Dia mengenakan seragam celana panjang warna hitam dengan baju tangan pendek warna biru tua. Dengan halus dia menanyakan aku mau minum apa. Minuman ringan saja Mbak jawabku. Dia meninggalkanku sebentar dan kembali dengan sebotol Fanta Hijau dingin ditangan kanannya, sementara tangan kirinya membawa handuk dan body lotion.

Ini minumnya mas, katanya menyodorkan minuman ringan tersebut kepada saya. Kuterima minuman dingin itu, meneguknya sedikit, lalu bertanya, Namanya siapa Mbak? walaupun aku sudah diberitahu oleh ibu yang didepan nama Mbak ini.

Ayu, mas. Sering pijat ke sini ya? tanyanya kemudian. Baru kali ini mbak jawabku jujur. Ooo..kalau ke tempat lain sering ya? candanya. Ah enggak juga. Cari waktu luangnya agak susah. Hari ini kebenaran agak senggang jadi bisa mampir kesini

Setelah membuka semua pakaianku, aku hanya mengenakan handuk yang ada untuk tubuhku. Dengan aku tengkurap, Ayu mulai menggarapku. dimulai dari telapak kaki naik ke betis lalu ke paha. inisiasi dasar para peminjam.

Cuma saat memijit bagian paha atasku, tangan yang berlumur body lotion memijit paha bagian dalam, menyentuh kedua bijiku. Kemudian mengarahkan bagian belahan pantat, anusku juga di tekannya berkali-kali. Wah, adik kecilku kontan bergerak.

sabunlicin.com

Dari situ mulai pemijatan pinggangku sampai ke pundak, kedua lengan bagian atas dipijatnya dengan kuat. Tengkuk dan kami juga di pijatnya. Saat memijit bagian pundak, kami beraksi di bongkah pantatnya. Ayu Cuma tersenyum sambil berkata, Mau gantian mijetin saya ya mas?

Kermudian aku membalik-balik terlentang, dadaku diramas-ramasnya bagian putingnya sehingga aku kegelian tapi enak! Turun ke perut tangan yang trampil menekan lembut sampai aku bersendawa beberapa kali.

Masuk angin nih mas kata Ayu. Masuk angin tapi sepertinya ada yang mau keluar dari tubuhku. Selagi Ayu mengukur tubuhku, aku mulai bergerilya meraba vaginanya yang masih menutup celana panjang. Kuraba buah dari luar baju seragamnya.

Hampir satu jam aku digarap oleh Ayu, seluruh tubuhku sudah dijelajahi jari-jarinya yang lentik tapi bertenaga. Mana lagi mas yang perlu di pijat? tanyanya padaku. Nih kok masih pusing Yu jawabku. Lho kan dia sudah dipijat juga! katanya heran. itu kepala yang di atas, kepala yang di bawah kan belum kataku sambil tersennyum. Hmm.. gitu ya? katanya sambil balas tersenyum.

Di bukanya handuk yang menutup tubuh, jreng.. penisku yang sudah full cenggur terekspose. Dia menggosok kepala penisku dengan jari-jarinya yang masih berbalur body lotion. Turun ke batangku, Ayu mulai mengocok lembut sehingga batang yang sudah cenggur itu makin keras berdiri. Kocok ya mas? Tanya Ayu. Masukin aja Yu, kurang enak kalau dikocok. kalau sekedar dikocok, saya bisa sendiri dia terkikik mendengar candaku.

Ayu pakaian seragamnya, tinggal BH dan CD yang terlalu kecil untuk melepaskan buah tangan yang besar dan gundu vaginanya yang tebal seperti duren Bangkok itu. Wah, aku udah bugil begini, kok kamu masih pakai CD dan BH begitu? protesku. Sabar dong mas! sambil melepaskan BH-nya yang ada didepan, lalu melepaskan juga CD-nya. Terbentanglah pemandang indah lembah nan indah dan gunung yang membusung tinggi.

Baca Juga : Cerita Dewasa Tante Eti Jadi Pacar Gelap

Ayu menjilati putingku, sementara aku meremas kedua pengganti buah pengganti. Tangan kirinya menggenggam batang penisku dan pemijatan-mijatnya. Aku semakin bernafsu, kutarik pinggangnya merpat ke tubuhku, lalu penisku yang tegak keras kuarahkan ke vaginanya. Dia duduk mengangkangiku, masukkan batang panisku yang sudah licin bekas dikocoknya dengan body lotion tadi. Begitupun dia mendesah ketika penisku masuk semakin dalam ke vaginanya, Uh ah ya mas enaknya

Aku menaik-turunkan pinggulku, dan dia menggoyang pinggulnya turun-naik juga. Waktu pinggulnya bergerak ke bawah, di atas pinggulnya sehingga penisku menancap ke dalam vaginanya. Saat pinggulnya naik, aku turun pinggulku sehingga penisku menjauh dari vaginanya.

Dengan begitu penisku dapat masuk dalam saat aku menusukkannya ke dalam vaginanya. Ini membuat Ayu kesetanan, dia bergerak naik-turun semakin cepat. Semakin cepat samapai akhirnya dia berteriak kecil, Agh..mass aku nyampe! sambil memegangi pundakku dan ke atas menjepit, tapi vaginanya erat-erat penisku.

Kugoyang pinggulku ke kiri dan ke kanan, penisku yang masih tertancap di dalam vaginanya seperti mengobok-obok bagian dalam tubuhnya. Lalu kubalik membelakangiku. Kugenjot vaginanya kuat-kuat dari belakang, Ayu mendesah keenakan. Kedua buah pendukung yang tergantung bergoyang ke depan dan ke belakang.

Kadang-kadang Ayu menoleh ke belakang, kadang ke samping, kadang menunduk menahan dorongannya untuk mendorongku masuk-keluarkan penisku ke vaginanya. Aku agak kuatir suara teriakan-teriakan kecil dan desahnya terdengar ke luar kamar. Tapi suara musik dari CD player melaui speaker yang cukup besar dianggap suara yang keluar dari mulut Ayu.

Seperempat jam kemudian dia kembali mendongakkan kepalanya, Ahh.. egkh.. aku keluar lagi mas! kemudian menoleh ke belakang, saya mengecup tentang yang ranum. Kedua buah dukungan kuremas-remas, sambil terus menancap-nancapkan penisku. Beberapa menit kemudian terasa lahar panasku mendesak keluar dan.. jrot.. jroot.. jroot.. jroot.. jrot, air manisku menyemprotkan ke dalam vaginanya dengan deras.

Kental sekali air maniku yang keluar, hampir seperti jelly, bercampur dengan cairan vagina Ayu. Kami rebah ke atas kasur, berpegangan tangan dengan erat.

Pokerplay338