Cerita Sex Memuaskan Nafsu Anna Yang Tidak Pernah Puas Dengan Kontol Suami Sendiri

Posted on
Pokervaganza

Cerita Sex Memuaskan Nafsu Anna Yang Tidak Pernah Puas Dengan Kontol Suami Sendiri – Waktu malam itu terlihat Anna sedang menonton televisi di ruang keluarga dengan hanya memakai daster bewarna putih berbahan satin, Anna terlihat cantik dan sexy mengenakan daster itu, belahan payudaranya yang putih dan amat mulus terlihat sangat jelas seklai karena daster yang dia pakai berbentuk V

Sementara dibalik dasternya Anna tidak mengenakan BH dan CD, kedua putingnya yang berwana merah mudapun terlihat menonjol di dasternya itu sementara bayangan hitam yang tipis diselangkangannya terbayang dengan jelas.

Agen878

Anna memang masih muda usianya sekarang ini baru 30tahun, dia menikah dengan suaminya pada saat ia berumur 20, sementara suaminya seorang duda beranak satu berusia 40 tahun. Anak tirinya Doni sekarang ini berumur 18 tahun. Sampai saat ini Anna belum dapat memberikan keturunan kepada suaminya, mungkin ini yang membuat tubuh Anna tetap sexy terutama kedua buah payudaranya yang masih kencang.

Hari ini suaminya memang pulang terlambat karena harus menjamu tamunya dan Doni sendiri menginap dirumah temannya, saat ini Anna sendirian dirumah.

Malam semakin larut, hawa dingin karena hujan dan kesepian tanpa ada yang menemani ngobrol membuat Anna mulai mengantuk, tanpa terasa Anna mulai tertidur diatas sofa.

Jam didinding mulai menunjukkan tepat jam 1, sementara Anna yang terlelap dalam tidurnya tidak menyadari daster yang menutupi tubuhnya sudah tidak menutupi tubuhnya secara sempurna, tali dasternya sudah tidak dipundaknya melainkan sudah berada ditangannya, ini membuat kedua payudaranya terlihat dengan jelas, sementara dibagian bawah sudah terangkat sehingga lembah kenikmatannya yang tertutupi oleh rambut hitampun terlihat dengan jelas.

Sabun-Licin

Saat itu diluar Nampak sebuah mobil memasuki pekarangan rumah Anna, dari dalam mobil turun seorang pemuda berbadan atletis, pemuda ini kemudian membuka pintu belakang mobil, si pemudapun terlihat memasukkan setengah badannya kedalam mobil,

Selang tak lama si pemuda dengan agak setengah menyeret membantu keluar seorang pria setengah baya dalam kondisi mabuk sekali, setelah pria setengah baya itu berada diluar mobil, pemuda itu mulai memapah pria tersebut kearah pintu rumah Anna sambil tak lupa menutup pintu mobil dan menguncinya.

Sampai didepan pintu, pemuda itu mengeluarkan kunci pintu dan membuka pintu itu sambil tetap memapah pria tersebut, sesampainya didalam pemuda itu tak lupa menutup pintu rumah dan menguncinya kembali, kemudian pemuda itu memapah pria tersebut menuju kamar tidur,

Saat berjalan menuju kamar tidur pemuda itu menghentikan langkahnya diruangan keluarga, matanya terbelalak melihat pemandangan yang membangkitkan birahi, dia melihat kedua payudara Anna yang putih dan mulus juga lembah kenikmatannya yang tertutupi oleh rambut hitam, melihat itu semua sipemudapun menelan air liurnya berkali-kali sementara, bagian bawah tubuhnya perlahan-lahan mulai begrerak.

Tanpa membuang waktu lagi pemuda itu dengan cepat memapah tubuh bossnya yang mabuk berat kearah kamar tidur, yang memang tidak terlalu berjauhan dengan ruang keluarga, setelah merabahkan tubuh bossnya dan membuka sepatunya, pemuda itu keluar dari ruang tidur dan menutup pintunya,

Kemudian dia kembali menuju keruangan keluarga dimana Anna masih terlelap dalam tidurnya, sesampainya didepan Anna tanpa membuang waktu lagi pemuda itu mulai melepaskan baju, sepatu, celana dan celana dalamnya, sehingga tubuh atletisnya tidak mengenakan sehelai benangpun. Tampak tongkol pemuda itu sudah berdiri dengan tegak sekali.

Perlahan-lahan pemuda itu mulai duduk disamping Anna, kedua tangannya mulai meremas-remas kedua payudara Anna, dengan penuh nafsu pemuda itu mulai menjilati putting susu Anna dan kadang-kadang ditimpali dengan hisapan-hisapan,

Mulut bekerja tanganpun tidak mau ketinggalan, tangan yang satu meremas-remas payudara Anna, dan yang satunya mulai mengelus-elus lembah kenikmatan Anna, saat tangannya mulai menyentuh vagina Anna, dia merasakan vag|na Anna sudah basah, nampaknya Anna sedang bermimpi dient*t, kemudian pemuda itu mulai memasukkan jari tengahnya kedalam lubang Anna yang sudah basah itu,

Dengan gerakan perlahan-lahan dikeluar masukkan jarinya itu dimemiaw Anna.  Seluruh aksinya itu membuat Anna mulai mendesah keenakan, entah karena akibat aksi sipemuda atau karena dia sedang menikmati mimpinya.

Setelah merasakan memiaw Anna semakin basah pemuda itu kemudian mengeluarkan jari tangannya, lalu ia mulai mengangkangkan kedua kaki Anna dan mengarahkan tongkolnya kememiaw Anna, dengan perlahan-lahan sipemuda mulai mendesakkan tongkolnya kelubang memiaw Anna, sipemuda tidak mau terburu-buru memasukkan tongkolnya dia takut Anna terbangun, Cerita Sex

Perlahan-lahan batang tongkol sipemuda mulai masuk kedalam lubang memiaw Anna, ia merasakan memiaw Anna sangat sempit sekali, nampaknya memiaw Anna jarang dipakai atau kemaluan suaminya kecil sehingga lubang memiaw Anna masih sempit, sedikit demi sedikit tongkolnya mulai terbenam dilubang memiaw Anna, dengan gerakan perlahan sipemuda mulai menurunkan tubuhnya sehingga posisinya mulai menindih tubuh Anna dan kedua tangannya mulai diselipkan ketubuh Anna.

Sambil memeluk tubuh Anna dengan cukup erat dan bibirnya mulai mengulum bibir Anna, sipemuda membenamkan tongkolnya dalam-dalam kedalam lubang memiaw Anna, akibat gerakan itu Anna tersentak dan terbangun dari tidurnya, matanya terbelalak saat melihat wajah sipemuda,

Tapi Anna tidak bisa berteriak karena mulutnya sedang dilumat oleh sipemuda, Anna merasakan bukan hanya mulutnya saja yand sedang dilumat tapi memiawnya pun sedang disumpal oleh tongkol sipemuda ini, dan Anna mulai merasakan sipemuda menggerakkan tongkolnya dilubang memiawnya.

Bless…sleep…bleess…sleppp…bleess….sleeeppp..

Terlihat Mata Anna yang tadinya terbelalak karena kaget perlahan-lahan mulai meredup sayu, nampaknya Anna mulai merasakan kenikmatan dient*t oleh sipemuda, Anna mengenali sipemuda sebagai Toni salah seorang bawahan suaminya, yang dia tidak mengerti bagaimana Toni bisa masuk kedalam rumahnya dan bagaimana Toni bisa dengan bebasnya memasukkan tongkolnya kedalam lubang memiawnya, tetapi Anna tidak mau berpikir banyak tentang hal itu yang ada dalam benaknya sekarang ini adalah menikmati sodokan tongkol Toni. Cerita Mesum

“hmmhh….hhhmmmhhh….hhmmmhhhh” terdengar desahan dari mulut Anna yang masih dilumat oleh Toni, karena Toni takut kalau ia lepaskan lumatannya Anna akan berteriak.

Mata Anna mulai merem melek menikmati sodokan-sodokan tongkol Toni yang besar kalau dibandingkan dengan suaminya, melihat Anna mulai menikmati ent*tannya Toni mulai berani melepaskan lumatan dibibir Anna dan mulai menjilati leher dan telinga Anna, aksinya ini semakin membuat desahan-desahan Anna semakin menjadi.

“Ouuhhh……ssshhhhh…..aaahhhhh….Toniiiiii…..kontoool llmuuuu…eenaakk sekali dan besar sshhhh…aaahhhh…” Anna mendesah kenikmatan menikmati ent*tan Toni.

“Hmmhhhh…..slrrppp…..hmmmm….memiaw ibu juga eenaaakkk…oohhhh….sslrrpppp….seempiitt sekali … ooohhhh….slllrrpppp…..” Toni melenguh keenakan merasakan memiaw Anna yang masih sempit sambil tetap menghisap-hisap payudara Anna.

Anna merasakan kenikmatan duniawi yang belum pernah ia alami sebelumnya, selama pernikahannya dengan suaminya belum pernah dia merasakan nikmatnya dient*t, selama ini suaminya selalu mencapai kepuasan terlebih dahulu, sementara ia sendiri belum mencapai kepuasan,

Jangankan untuk mencapai klimaks, untuk merasakan keenakan saja Anna belum pernah merasakannya, berbeda dengan saat ini saat memiawnya disodok-sodok oleh tongkol Toni yang memang dalam ukuran saja lebih besar dan lebih panjang dari punya suaminya, apalagi Toni masih muda.

Kedua insan ini sudah tidak ingat apa-apa lagi selain menikmati persetubuhan mereka yang semakin menggila, Toni semakin cepat mengeluar masukkan tongkolnya didalam lubang memiaw Anna yang semakin basah, sementara Anna sendiri dengan semangat 45 menggoyangkan pantatnya mengimbangi gerakan Toni, keringat sudah mengalir dari kedua tubuh mereka. Cerita Dewasa

“Ouughhh … Toni ….teruussss….ooughhh… enaaakkkk….sekaalliii….oughhhh….tekaaaann yang dalam, Oughhh….puaskaannn…akuuuu…..yaaahhh,…aaaahhhh”. Lenguhan Anna semakin menjadi.

Toni mengikuti kemauan Anna dengan menekan lebih dalam tongkolnya dilubang memiaw Anna, ia merasakan ujung kepala tongkolnya menyentuh bagian paling dalam memiaw Anna.

“Aaagghhh…akuuu..sudah tidak tahan laaagiiii…ouugghhhh…tooniiiiii……aku mau keluar…ough enaaaaakkkk sekali tongkollmuuuu…..aaaagghhhhhh…..Toni ….akuuu…keluaaarrrrr……… aaaaghhhhhhh.” Anna mengerang.

Srrr…..cccrooooot….ssssrrrrr…….. akhirnya Anna mencapai puncak kenikmatannya, tubuhnya mengejang saat ia mencapai kepuasannya, memeknya berdenyut-denyut saat mengeluarkan lahar kenikmatannya, Toni sendiri merasakan vag|na Anna seperti meremas-remas tongkolnya, Tonipun lalu menekan lebih dalam tongkolnya dan membiarkan tongkolnya terbenam sebentar didalam lubang memiaw Anna.

Anna memeluk erat-erat Toni, sementara kakinya ia kaitkan dengan erat dibelakang pinggul Toni, sehingga tongkolnya Toni semakin terbenam dimemiawnya, beberapa saat kemudian Anna melepaskan pelukan dan kaitan kakinya ditubuh Toni, sementara diwajahnya terpancar kepuasan.

“Toni kamu betul-betul hebat, selama ini belum pernah saya mengalami nikmatnya mengent*t,” Anna berbisik ditelinga Toni.

“Saya juga merasa enak ngent*tt ibu, memiaw ibu sangat sempit. “ Toni menimpali bisikan Anna, sambil dengan perlahan-lahan mulai memaju mundurkan lagi tongkolnya.

“Hmmm…aahh..kamu belum keluar.” Anna bertanya, karena ia merasakan tongkol Toni masih keras. “Hmm..aku pikir kamu sudah selesai”.

“Belum, ibu masih mau lagi?” tanya Toni.
“Hmmm…memang kamu bisa buat aku puas lagi.” Anna balik bertanya.

“He..he..kita coba saja, apa saya bisa buat ibu puas lagi atau tidak.” Jawab Toni sambil mulai mempercepat gerakannya, sementara tangannya mulai meremas-remas kedua bukit payudara Anna.

“Kita tukar posisi, biar aku yang menggenjot tongkolmu, sekarang kamu duduk.” Anna menimpalinya, karena ia sendiri tidak mau membuang kesempatan ini.

Baca Juga : Cerita Dewasa Tante Icha Yang Mengundang Si Joni Bangun

Toni kemudian menarik tubuh Anna tanpa melepaskan tongkolnya dari lubang memiaw Anna, dengan sedikit berputar Tonipun lalu duduk disofa, sementara posisi Anna sekarang sudah dipangkuannya, dengan posisi ini Toni lebih leluasa untuk bermain di susunya Anna, kedua tangannya dengan penuh nafsu meremas-remas kedua bukit kembar Anna,

Mulutnyapun ikutan beraksi, kedua putting susu Anna bergiliran dijilati dan dikulum serta dihisap-hisap oleh Anna, aksi Toni ini perlahan-lahan mulai membangkitkan kembali birahi Anna, dengan perlahan-lahan Anna mulai menaikturunkan pinggulnya, gesekan-gesekan tongkol Toni didinding memiawnya membuat birahinya kembali memuncak dengan cepat.

“Ouuughhh….Toniiiii……hiisaaaapppp….tteeeteeekkku…. .ooughhhh…yyaaachhh….begitu… aaaghhhh… tongkolmu enak sekaaaliii…” Anna mengerang sambil mempercepat gerakan naik turunnya.

“Klo mau keluar kamuuuuu….kkassiih…tahuuu…yaachhhh…..” Anna berbisik di telinga Toni.
“Hmmhhh…ssslllrpppp…..hhmmmmhh….ok…..aaaagghhhhh., …….” Toni menjawab sambil tetap menghisap-hisap tetek Anna.

Sleeppp…..blesss…sleeppp….bleesss….slleeepppp….ble essss….. kon**l Toni terlihat keluar masuk dalam lubang memiaw Anna dengan cepatnya, karena Anna pinggul Anna naik turun dengan cepat.

Anna betul-betul menikmati persetubuhannya ini, gerakkannya semakin cepat dan semakin tak beraturan, lenguhan-lenguhan kenikmatan mereka berduapun semakin kerap terdengar, menikmati persetubuhan ini mereka berdua lupa dengan status mereka, dalam pikiran mereka hanya satu bagaimana mencapai kepuasan persetubuhan ini.

“Ouughhh…Toniiiiii……akkuuuu….mauuuuu,……keellluuaaa rrr…lagi…oooohhhhh….aaaagghhh enaaaakkkkk sssekkaaaaallliiii…..penismuuuu…” Anna mengerang saat ia merasa bahwa ia akan mencapai lagi puncak kenikmatannya.

Sementara itu Toni juga merasa bahwa ia akan mencapai puncak kenikmatannya, Tonipun membantu Anna yang akan mencapai puncak kenikmatannya dengan memegang pinggul Anna dan membantu menggerakkan pinggul Anna naik turun dengan cepat.

“Ouuughhhhh…Buuu….aaakkkuuuu jugaaa…mau kelluaaaarrr…..aaaagghhhhhh….. memiaw ibuuuu… enaaakkk sekaaalliiiii……ooougghhhh….buuuu…aku gak taaahhaaannn…laagi.” Tonipun mengerang merasakan puncak orgasmenya yang sudah diujung kepala kon**lnya.

Crooootttt….creooottt….sssrrr…..ccroooottt……..

tongkol Toni menyemprotkan airmaninya didalam lubang memiaw Anna, berbarengan dengan memiaw Anna menyemprotkan lahar kenikmatannya, Anna merasakan hangatnya sperma Toni didinding lubang memiawnya, sementara Toni merasakan hangat dibatang tongkolnya karena disiram oleh lahar kenikmatan Anna.

Keduanya berpelukan dengan erat menikmati saat-saat terakhir puncak kenikmatan dari persetubuhan mereka, kedua bibir mereka berpagutan dengan mesra, Anna sendiri dengan perlahan-lahan menggoyangkan pinggulnya menikmati sisa-sisa kenikmatan dari tongkol Toni.

Tak lama berselang Anna beranjak dari pangkuan Toni, dari lubang memiawnya terlihat cairan putih mulai mengalir perlahan, sementara tongkol Toni yang mulai mengkerut tampak mengkilat karena cairan kenikmatan Anna, keduanya kemudian beranjak menuju kekamar mandi untuk membersihkan diri.

Setelah membersihkan diri keduanya kembali keruangan keluarga dan mulai mengenakan pakaian mereka, lalu Toni berpamitan pulang, ditimpali oleh Anna dengan kecupan mesra dibibirnya, dan bisikan mesra ditelinganya, “ Terimakasih yach, atas malam yang indah ini”

Dibalas oleh Toni dengan senyuman dan kata-kata yang menggoda,” Kalau ibu ingin kenikmatan lagi, hubungi saya saja”

Siskapun tersenyum atas godaan Toni ini,” Pasti, “

Setelah Toni pulang, Anna menuju kamar tidurnya, malam ini Anna tidur dengan lelap dimulutnya terukir senyum kepuasan.