Cerita Sex Tubuh Tanteku Meronta Saat Di Perkosa

Posted on
Pokervaganza

Cerita Seks Tubuh Tanteku Meronta Saat Di Perkosa – Aku akan menceritakan sebuah gambaran tentang tanteku ini, sekitar 167cm, dan beratnya 50 kg, dan kejadian ini terjadi di sebuah kota yang ada di Bali. Pada saat itu aku masih SMU, namun kini aku sudah kuliah di kota Jakarta. Sudah lama sekali aku menginginkan tubuh Tanteku ini, sejak waktu SMP. awal kuceritakan isinya. Waktu itu sekitar jam 12.30 WITA, matahari benar-benar panasnya minta ampun, terus motorku endut-endutan. Wah! benar-benar reseh dah.

Tapi akhirnya aku sampai di kost-kostan, langsung saja aku ganti baju, terus sambil minum air Aqua, wuahhh, segar tenan rek. Lalu tiba-tiba belum kurebahkan badan untuk istirahat handphone-ku bunyi, ternyata dari tanteku, lalu kujawab,
“Halo Tan, ada apa?”
“Kamu cepet dateng ya!” ucap tanteku.
“Sekarang?” tanya lagi.
“La iya-ya, masa besok, cepet yah!” ujar tanteku.
Lalu aku datang ke rumah tanteku itu.

Agen878

Sesampainya di pintu sana, penampakan kok sepi, tidak seperti biasanya (biasanya ramai sekali), lalu kugedor rumah tanteku. Tiba-tiba tanteku langsung teriak dari dalam. “Masuk aja Wa!” teriak tanteku. Oh ya, namaku Dewa. Lalu aku masuk langsung ke ruang TV. Terus aku tanya,
“Tante dimana sih?” bertanya dengan nada agak keras.
“Lagi di kamar mandi, bentar ya Wa!” jawab tanteku.

Sambil menunggu tanteku mandi aku langsung menghidupkan VCD yang ada di bawah TV, dan menonton film yang ada di situ. Tidak lama kemudian tanteku selesai mandi lalu menghampiri aku di ruang TV. Ya Tuhan! Tanteku memakai daster tipis tapi tidak transparan sih, tapi beton di tubuhnya itu loh, wuiiihhh! Tapi perlu tahu di keluargaku terutama tante-tanteku kalau lagi di pakaian seksi seksi.

Aku lanjutkan, lalu dia menegurku.
“Maaf ya Wa, Tante lama.”
“Oh, nggak papa Tante!” ujarku rada menahan birahi yang mulai naik.
“Oom kemana Tante?” bertanya
“Loh Oom kamu kan lagi ke Singaraja (salah satu kota di Bali),” jawab tanteku.
“Memangnya kamu nggak di kasih tau kalo di Singaraja ada orang nikah?” tanya tanteku lagi.
“Wah nggak tau Tante, Dewa sibuk sih,” jawabku.
“Eh Wa, kamu nggak usah tidur di kos-an yah, temenin Tante di sini, soalnya Tante takut kalo sendiri, ya Wa?” tanya tanteku sedikit merayu.

Wow, mimpi apa aku tidur kok tanteku mengajak tidur di rumahnya, tidak biasanya, pikirku.
“Tante kok nggak ikut?” pencarian
“Males Wa” jawab tanteku enteng.
“Ooo, ya udah, terus Dewa tidur dimana Tan?” tanya lagi.
“Mmm… di kamar Tante aja, biar kita bisa ngobrol sambil nonton film, di kamar Tante ada film baru tuh!” ujar tanteku.

Ya Tuhan! sama apa ini. Gila aku tidak mengira aku bisa tidur sekamar, satu tempat tidur lagi, pikirku.

“Oke deh!” jawabku dengan girang.
Singkat cerita, waktu sudah menunjukkan pukul enam sore.
“Waaa…! Dewaaaa…! udah mandi belum?” teriak tanteku memanggil.
“Bentar Tan!” jawabku.

Memang saat itu aku sedang membersihkan motor, melap motor adalah kebiasaanku, karena aku berprinsip kalau motor bersih harga jualnya pasti tinggi. Pada saat itu pikiran kotorku dalam hilang hilang. Setelah melap motor, aku mandi. Di kamar mandi tiba-tiba pikiran kotorku muncul lagi, aku berpikir dan mengkhayalkan video tanteku, “Gimana rasanya ya?” khayalku.

Sabun-LicinTerus aku berusaha menghilangkan lagi pikiran itu, tapi kok tidak bisa-bisa. Akhirnya aku mengambil keputusan dari nafsukupendam terus entar aku macam-macam, wah pokoknya bisa gawat. Akhirnya aku onani di kamar mandi. Pas waktu di puncak-puncaknya aku onani, tiba-tiba pintu kamar mandi ada yang mengetuk. Kontan saja kaget aku, ternyata yang masuk itu adalah tanteku. Mana pas bugil, sedang tegang lagi kontenku, wah gawat!

“Sibuk ya Wa?” tanya tanteku sambil senyum manja.
“Eh… mmm… so… so… sorry Tan, lupa ngunci,” jawabku jawab.
Tapi sebenarnya aku bangga, bisa menunjukkan batangku pada tanteku. Panjang batang hubunganku pas keadaan puncak bisa mencapai 15 cm, pokoknya “international size” deh.
“Oh nggak papa, cepetan deh mandinya, terus langsung ke kamar ya, ada yang pengen Tante omongin.”

“Ya Tuhan, marah deh Tante, wah gawat nih,” pikirku.
Lalu aku cepat-cepat mandi, terus berpakaian di kamar mandi juga, tidak sempat deh melanjutkan onani, padahal sudah di puncak.
Setibanya di kamar tanteku, aku melihat tante memakai celana pendek, sangat pendek, pokoknya seksi sekali, terus aku bertanya,
“Ada apa Tan, gawat banget sih?” tanya takut-takut sambil duduk di atas tempat tidur.
“Enggak, Tante pengen cerita, tentang Oom-mu itu lho,” ujar tanteku.
“Emangnya Oom kenapa Tan?” tanya lagi.

Dalam hatiku sebenarnya aku sudah tahu oom itu agak lemah, jadi aku berharap tante menawarkan aplikasinya padaku. Dengan seksama aku medengarkan cerita tanteku itu.
“Sebenernya Tante nggak begitu bahagia sama Oom-mu itu, tapi dibilang nggak bahagia nggak juga, alasannya kenapa Oom-mu itu setia, tanggung jawab, dan pengertiannya, yang bikin Tante ngomong bahwa Tante nggak bahagia itu masalah urusan ranjang,” ujar tanteku panjang lebar.
“Maksud Tante?” tanya lagi.

“Ya ampun, masih nggak ngerti juga, maksud Tante, Oom-mu itu kalo diajak begituan suka cepet nge-down, nah ngertikan?” tanya tanteku dan aku.
“Ooo…” ucapku pura-pura tidak mengerti.
“Mmm… Wa, mau nggak nolongin Tante?” tanya tanteku dengan nada memelas.
“Bantu apa Tan?” tanya lagi.
“Kan hari ini sepi, terus Oom-mu kan nggak ada, juga sekarang Tante lagi terangsang nih, mau nggak kamu main sama Tante?” tanya tanteku sembari mendekatkan tubuhnya padaku.

Gila! Ternyata benar juga yang aku khayalkan, Tanteku minta! Cihui! ups tapi jangan sampai aku terlihat nafsu juga, pikirku dalam-dalam.
“Tapi Dewa takut Tante, nanti ada yang ngeliat gimana?” ucapku polos.
“Lah…! kan kamu ngeliat sendiri, emang di sini ada siapa? kan nggak ada siapa-siapa,” jawab tanteku kesukaan.

“Ya udah deh,” ujar tanteku sambil memulai dengan menempelkan tangannya ke lawanku yang sebenarnya sudah menegang dari tadi.

“Wow… gede juga ya! Buka dong celanamu Wa!” ujar tanteku mesra.
Lalu kubuka celanaku dengan cepat-cepat, dengan cepat pula tanteku videoku yang sudah over size itu. Sambil mengocok batang latihanku dengan tangan kirinya, tangan kanan tanteku memegangnya dan mengeluarkan bunyi-bunyi yang menghasilkan. “Emf… ehm… mmm… gede banget videomu Wa!” ujar tanteku.

Aku tidak terlalu mendengarkan omongan tanteku, soalnya aku sudah “over” sekali. Lalu tanteku mulai menempelkan videoku ke mulutnya, dan seketika itu juga dilumatnya batang videoku itu.

“Ya Tuhan! Eh… eh… ehm… e… nak… Tante… terus Tan…!” ujarku merasakan nikmatnya kuluman tanteku itu. Tanteku lalu merebahkan tubuhku di atas ranjangnya, lalu dengan ganas ia menyedot batang kemaluanku itu, lalu ia meletakkan tubuhnya di atas liang ciumannya di atas mukaku tanpa melepaskanku dari mulutnya. Dengan sigap saya langsung menjilat liang tanteku. Merasakan itu tanteku mengerang keenakan. “Aaah… Wa… enak… terus Wa… terus jilat…!” erang tanteku keras-keras. Mendengar itu, nafsuku semakin bertambah, dengan nafsu menggebu jilatan ke kenikmatannya kutingkatkan lagi, dan akibatnya tanteku mengalami orgasme yang dahsyat, sampai-sampai mukaku kena semprotan cairan kewanitaannya. “Oh Dewa… Tante sayang kamu… uh… ka.. ka… mu ponakan Tante paling… heee… bat… aaah,” puji tanteku sambil mengerang merasakan nikmat.

Baca Juga :  Cerita Dewasa Penisku Ketagihan Ngentot Dengan Tante Nita

Aku merasa bangga karena aku masih bertahan, lalu aku tubuh tanteku sehingga ia terlentang. Kuangkat kedua kakinya sehingga terpampanglah liang yang ketahuan berwarna pink merekah. Sebelum aku mulai menu utamanya, pertama aku melucuti pakaiannya terlebih dahulu, setelah terbuka, aku mulai memainkan mulutku di payudaranya, dan permainanku yang telah kuletakkan di atas perutnya sambil menggesek-gesekkannya. Perlahan aku menciumi tubuh tanteku dengan arah menurun, mulai dari terus ke perut lalu ke paha sampai akhirnya tiba di bibir bibir itu. Dengan penuh nafsu aku menjilat, menyedot, sampai menggigit saking gemasnya, dan tampaknya tanteku akan mengalami orgasmenya lagi. “Ooohh… Waaa… Tante mau keee… luuu.. aar! Aaah…!” erang tan lagi sambil menjambak rambut sehingga bisa menikmati waktu di sekitarnya. “Wa,

Tubuhnya kutopang dengan tangan kiri, sementara tangan kiri memandu batang menemukanku mencari sarangnya. Melihatku menemukan kesulitan menemukan liang dari tanteku, akhirnya tanteku yang memandu untuk memasukkan batang kemaluaku ke liang penampakannya. Setelah menempel di lubangnya, perlahan-lahan mendorong masuk batang videoku, didorong oleh desahan tanteku. “Egghmm… terus Waa… pelan tapi terus Wa… egghhmm…!” desahan tanteku begitu dahsyat. Aku sebenarnya tidak senang dengan permainan yang perlahan. Akhirnya dengan tiba-tiba dorongan batang terhadapku, kukeraskan sehingga tanteku memanggilnya. “Aaahh… Waaa.. saaakitt… pelan-pelan… aargghhh…” teriak tanteku menahan sakitnya itu. Dan tidak percuma, batanganku langsung terbenam di dalam liang kehormatannya itu. Setelah itu batang videoku, aku maju-mundurkan secara perlahan,

Dengan gerakan perlahan itu akhirnya tanteku menikmati kembali permainan itu. “Ah… uh… terus Wa… enak sekali… itu-mu gede sekali… eggghh… lebih enak dari Oom-mu itu… terus Waaa…” erang tanteku keenakan. Lalu lama-lama aku mulai menggerakkan gerakan maju-mundur, dan mendapat reaksi yang dahsyat dari tanteku, ia juga mulai memainkan pinggulnya, hingga mulai terasa batang gerakku mulai berdenyut,

“Tan… saya mauuu… kelu… arrr… nih…!”
“Di dalam aja Waaa… Tante… juugaa… mauuu keeluaaarr… aaarrgghh…!”
Akhirnya kami keluar bersama-sama, kira-kira enam kali semprotan aku mengeluarkan sperma. Aaahh… begitu nikmatnya.

Setelah itu kucabut batang videoku dari liang video tanteku, terus kuberikan ke mulut tanteku untuk dibersihkan. Dengan ganas tanteku menjilati spermaku yang masih ada di kepala videoku hingga bersih. Setelah tanteku pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, dan aku tetap berada di kamar, tiduran melepaskan lelah.

Setelah tanteku selesai membersihkan diri, ia kembali ke kamar dan segera mencium bibirku, lalu ia bilang bahwa selama oom-ku di Singaraja, aku diharuskan tinggal di rumah tanteku dan aku jelas mengiyakan. Lalu tante juga bertanya apakah keadaan kostku bebas, maka kujawab iya. Lalu tante bilang bahwa kalau misalnya oom-ku ada di rumah, terus tanteku ingin main denganku, tanteku akan mencariku ke kost, aku hanya manggut-manggut senang saja.